Friday, May 2, 2008

Faith Without Fear : Beriman Tanpa Rasa Takut

Menarik juga menyaksikan wawancara yang dilakukan oleh RCTI tadi sore, 2 mei 2008 terhadap Irshad Manji, wanita kelahiran Uganda 1968 yang menulis buku: The Trouble With Islam Today : A Muslim`s Call for Reform in Her Faith. Irshad Manji memang memasukkan Indonesia dalam agenda perkenalan bukunya karena Indonesia adalah negara muslim yang terbesar didunia. Jadi kepentingannya di Indonesia memang besar.

Yang menarik saat beliau dengan agak bingung mempertanyakan kebijakan walikota Tangerang yang mewajibkan warganya mengenakan jilbab setiap hari Jumat. Tentu dengan mengatasnamakan Islam. Karena menurutnya Jilbab sendiri bukan pakaian muslim tetapi pakaian tradisional Arab. Jadi ada kesalahpahaman dalam memahami Islam sebagai agama dan Arab sebagai kebudayaan. Masih menurutnya, bahwa Islam mengijinkan perbedaan sedangkan budaya Arab menolak keragaman, itulah sebabnya di seluruh wilayah Arab jenis pakaiannya serupa.
Sebenarnya hal ini juga pernah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ulil Abshar-Abdalla tokoh muda NU yang giat dengan Jaringan Islam Liberalnya, yang gara-gara pendapatnya itu Ulil malah pernah di halalkan darahnya oleh MUI...wuih sereeeem.....


Kontroversi tentang bukunya sudah pasti datang dari seluruh dunia, meski maksud beliau mempublikasikan pemikiran-pemikirannya adalah untuk meluruskan kembali citra Islam yang terlanjur identik dengan kekerasan. Beliau juga dengan tegas menyatakan bahwa bukan pihak barat yang menjadi musuh utama dan yang akan menghancurkan Islam tapi pihak Internal Islam sendiri. Dia memberikan contoh bahwa 3 dari 4 penerus nabi Muhammad di bunuh oleh pengikut Islam, dan ini terjadi sebelum masa imperialisme barat, kapitalisme dan sebelum adanya Mc Donald tegasnya bersemangat.
Memang kalau kita tengok sejarah bukan hanya di Islam tapi di setiap agama justru pengikut agama itulah yang menghancurkan agamanya sendiri dan bukannya pihak luar.

Bisa di pastikan juga bukunya di Indonesia akan mendapat tanggapan pro kontra, karena kemajemukan Islam di Indonesia, dan walau tema ini masih sangat sensitif tapi memang harus tetap dijalankan agendanya supaya umat Islam bisa semakin dewasa dan tetap berpikir kritis dalam menjalankan agamanya, bukan sekedar kalau pemimpinnya bilang bakar ya bakar, bunuh ya bunuh. Juga bisa membedakan yang mana Islam dan yang mana budaya Arab.

3 comments:

oza said...

" ...bukan sekedar kalau pemimpinnya bilang bakar ya bakar, bunuh ya bunuh."

hahaha...ente sendiri emang gak kayak gitu? irshad manji bilang jilbab budaya arab, ente manut2 aja. gak baca emang ayat al-qur'an & hadits yang menunjukkan bahwa memakai jilbab & kerudung itu wajib hukumnya untuk anak perempuan yang udah aqil baligh?

gw tulis ulang lagi perkataan gw, "sebelum ente ngemeng panjang lebar tentang sesuatu hal, lebih baik ente pelajari hal tersebut secara mendalam. minimnya ilmu & besarnya mulut akan mempermalukan diri sendiri, kawan...."

Faith without Fear atau Being Munafiqun without Fear?

shira_ai said...

buat yang komen sebelumnya

hai teman, betapa sempitnya dunia kamu

berbicara seolah-olah ilmu mu sudah menggunung dengan nada yang angkuh

Nura Kamila Aini said...

i love your book.. :)